Menjadi perenang profesional tidak hanya mengandalkan bakat alami, melainkan juga pembinaan fisik dan mental yang terintegrasi dan konsisten. Kedua aspek ini adalah kunci utama untuk mencapai performa puncak di kolam renang. Pada Rabu, 15 Juli 2025, dalam sebuah sesi coaching clinic yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pusat Pelatihan Atlet Ragunan, Jakarta, Dr. Budi Satrio, seorang fisiolog olahraga tim nasional renang, menjelaskan, “Kekuatan di dalam air harus didukung oleh pembinaan fisik di darat, dan ketahanan mental adalah penentu di saat-saat krusial.” Pernyataan ini didukung oleh data kinerja atlet dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang menunjukkan bahwa atlet dengan persiapan fisik dan mental optimal cenderung meraih medali.
Pembinaan fisik untuk perenang profesional meliputi berbagai komponen. Kekuatan otot, khususnya pada bagian inti (core), bahu, punggung, dan kaki, sangat vital untuk daya dorong dan efisiensi gerakan. Latihan beban, plyometrik, dan latihan resistansi di darat dirancang khusus untuk meningkatkan daya ledak dan kekuatan spesifik renang. Selain itu, daya tahan kardiovaskular juga sangat penting, yang dilatih melalui volume renang yang tinggi dan latihan interval. Fleksibilitas sendi, terutama bahu dan pergelangan kaki, juga tidak boleh diabaikan untuk memastikan rentang gerak yang maksimal dan mencegah cedera. Pada pukul 10.00 WIB di hari coaching clinic tersebut, para atlet memperagakan berbagai latihan kekuatan dan kelenturan yang rutin mereka lakukan.
Namun, kemampuan fisik tidak akan berarti tanpa pembinaan fisik yang didukung oleh kekuatan mental. Perenang profesional menghadapi tekanan besar, baik dari kompetisi, ekspektasi, maupun rutinitas latihan yang melelahkan. Latihan mental mencakup teknik visualisasi, self-talk positif, manajemen stres, dan kemampuan untuk fokus di bawah tekanan. Seorang psikolog olahraga sering dilibatkan untuk membantu atlet mengembangkan resiliensi mental dan mengatasi plateau performa. Misalnya, pada Kejuaraan Renang Asia Tenggara di Bangkok, Thailand, pada 1-3 Juli 2025, terlihat jelas bagaimana perenang yang mampu menjaga ketenangan dan fokus di detik-detik terakhir perlombaan berhasil memenangkan pertandingan.
Nutrisi dan pemulihan juga merupakan bagian integral dari pembinaan fisik yang holistik. Asupan gizi yang tepat memastikan energi yang cukup untuk latihan intensif dan pemulihan otot yang cepat. Tidur yang berkualitas dan sesi istirahat yang terencana membantu tubuh memperbaiki diri dan mencegah kelelahan berlebih. Seorang petugas medis dari tim dokter olahraga nasional pada 5 Mei 2025 di pemusatan latihan atlet, secara rutin memeriksa kondisi fisik dan merekomendasikan pola makan yang sesuai untuk setiap atlet. Dengan kombinasi pembinaan fisik yang solid dan mental yang tangguh, seorang perenang dapat mengukir prestasi gemilang di level profesional.