Kabupaten Bireuen telah lama dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan talenta berbakat di bidang olahraga, namun kali ini mereka menetapkan target yang lebih ambisius. Dengan menjuluki wilayahnya sebagai Lumbung Medali, Bireuen kini secara spesifik mengarahkan fokus pada cabang olahraga atletik sebagai lumbung perolehan emas utama. Keputusan untuk melakukan spesialisasi pada nomor-nomor lintasan dan lapangan ini didasarkan pada analisis mendalam mengenai potensi fisik mahasiswa di daerah tersebut yang memiliki daya tahan dan kekuatan alami yang luar biasa. Strategi ini diharapkan mampu mengamankan posisi Bireuen di papan atas klasemen akhir pada ajang olahraga mahasiswa tingkat provinsi.
Konsentrasi kekuatan ini dimulai dengan melakukan seleksi terbuka di berbagai kampus yang memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa di bidang olahraga. Cabang atletik yang mencakup lari jarak pendek, lari jarak menengah, lompat jauh, hingga lempar lembing, menjadi prioritas dalam distribusi anggaran dan fasilitas latihan. Para pengurus olahraga di Bireuen meyakini bahwa dengan memberikan perhatian lebih pada satu rumpun besar olahraga, efektivitas pembinaan akan jauh lebih terasa dibandingkan jika harus membagi fokus ke terlalu banyak cabang tanpa strategi yang jelas. Pelatihan intensif kini dilakukan setiap sore dengan melibatkan pelatih-pelatih berlisensi nasional yang didatangkan khusus untuk memoles teknik para mahasiswa.
Penerapan teknologi dalam memantau perkembangan fisik atlet juga menjadi bagian penting dari persiapan ini. Penggunaan stopwatch digital presisi tinggi dan perangkat analisis video membantu para atlet memahami kesalahan posisi tubuh saat melakukan start atau saat melewati garis finis. Fokus pada detail-detail kecil inilah yang akan menjadi penentu kemenangan di arena POMPROV nanti, di mana selisih waktu sepersekian detik sangatlah berarti. Selain itu, aspek mental juga diperkuat melalui simulasi lomba yang diadakan secara rutin, guna membiasakan para mahasiswa dengan tekanan kompetisi yang sesungguhnya. Bireuen ingin memastikan bahwa setiap wakilnya memiliki mental baja saat berdiri di garis start.
Kekuatan fisik para atlet juga didukung dengan program penguatan otot yang dilakukan di gedung olahraga terpadu. Latihan beban yang terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap nomor atletik membantu meningkatkan daya ledak dan kecepatan lari. Program ini diawasi ketat agar tidak terjadi cedera yang bisa merugikan tim menjelang hari pertandingan.