Peningkatan kualitas atlet dan prestasi olahraga mahasiswa di Kabupaten Bireuen menghadapi tantangan krusial, yaitu kondisi Fasilitas Olahraga kampus yang membutuhkan perbaikan dan pemutakhiran. Menanggapi situasi ini, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Bireuen mengambil langkah berani dan strategis dengan secara aktif mencari dukungan dari sektor Swasta. Langkah ini merupakan pengakuan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah daerah dan universitas perlu diimbangi dengan kolaborasi yang kuat bersama dunia usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat renovasi dan pembangunan Fasilitas Olahraga yang vital bagi persiapan kontingen Bireuen menuju ajang Pomprov dan POMNAS mendatang.
Ketua BAPOMI Bireuen menjelaskan bahwa kondisi beberapa Fasilitas Olahraga kampus, seperti lapangan basket, dojo untuk bela diri, dan track lari, sudah tidak optimal dan berpotensi menghambat perkembangan atlet. Latihan yang efektif dan aman mensyaratkan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, mencari Dukungan Swasta menjadi prioritas utama. BAPOMI Bireuen telah menyiapkan proposal kemitraan yang komprehensif, menawarkan berbagai bentuk timbal balik kepada perusahaan Swasta yang bersedia berinvestasi. Timbal balik tersebut mencakup branding fasilitas, publikasi kegiatan CSR, hingga keterlibatan perusahaan dalam event olahraga kampus yang besar.
Model kemitraan dengan Swasta ini terinspirasi dari beberapa daerah lain di Indonesia yang sukses melibatkan korporasi besar dalam pengembangan olahraga. BAPOMI Bireuen tidak hanya menargetkan dana segar, tetapi juga bantuan berupa material konstruksi, peralatan olahraga modern, atau bahkan sponsorship untuk program pelatihan atlet jangka panjang. Perbaikan Fasilitas Olahraga ini akan difokuskan pada standarisasi, sehingga dapat digunakan tidak hanya untuk latihan, tetapi juga untuk menyelenggarakan kompetisi regional yang lebih bergengsi. Hal ini akan memberikan pengalaman bertanding yang lebih sering dan berkualitas bagi atlet Bireuen.
Selain perbaikan Fasilitas Olahraga fisik, Dukungan Swasta juga diharapkan dapat merambah pada pengadaan teknologi sport science sederhana di kampus, seperti alat ukur kebugaran dan perangkat analisis performa. Penggunaan teknologi ini sangat penting untuk memastikan program latihan yang dijalankan Pelatih Muda di Bireuen bersifat ilmiah dan terukur. BAPOMI Bireuen memandang kemitraan ini sebagai situasi win-win solution: perusahaan Swasta mendapatkan exposure positif sebagai entitas yang peduli terhadap pendidikan dan olahraga, sementara atlet mahasiswa mendapatkan lingkungan latihan yang optimal.